BESTFRIEND #CERPENSERAM


Original work : Marse Sidete @Maggsid


Leyaah masih berduka, wajahnya masih terlihat lesu. Melihat teman sendiri mati saat kecelakaan denganmu memang bukanlah hal yang biasa saja. Leyaah masih bisa mengingat bagaimana Ruth mati dengan berlumuran darah karena kecelakaan mobil yang mereka alami.
Leyaah terduduk lemas didekat jendela. Hujan masih turun dengan lebat. Udara menjadi lebih dingin apalagi ini sudah hampir tengah malam.
Petir menggelegar membuat suasana menjadi lebih mencekam. Leyaah kemudian bangun ingin mencari selimut karena ia mulai kedinginan tapi kemudian ia menangkap ada suara langkah kaki mendekat.
Suara itu terdengar semakin dekat tapi Leyaah tidak bisa melihat siapa yang mendekat. Samar-samar dia mendengar suara orang berbisik, “Sahabat selalu bersama, kenapa kau meninggalkanku?”.
Leyaah tediam kaku, itu suara Ruth! Tapi Ruth sudah mati! Leyaah bahkan tadi ada di pemakamannya. Dia melihat sendiri peti yang berisi Ruth di kubur!!.
“Kenapa kau meninggalkanku?” bisikan itu semakin jelas terdengar. Suara Leyaah tercekat. Perlahan-lahan keringat dingin mulai mengucur dari wajahnya. Suara langkah kaki tadi semakin mendekat, tapi kini wujud dari suara langkah kaki itu semakin jelas.
Kaki dengan sebelah kiri yang bengkok karena patah tersebut berjalan mendekati Leyaah yang masih terduduk diam. Leyaah melihat sekitar dan menemukan sepasang kaki dengan sandal yang dikenalinya. Itu kaki ibunya, dengan sekuat tenaga leyaah berupaya menyentuh kaki ibunya.
“Kau bilang sahabat selalu bersama” kali ini suara Ruth terdengar jelas, tidak seperti bisikan.
“Aku adalah sahabat yang baik, Leyaah.” Kata Ruth lagi.
“Apa kau merindukanku, Ruth?” Tanya Leyaah. Dia memberanikan dirinya, lagipula ini Ruth sahabatnya sendiri, Ruth tidak akan membahayakannya.
“Kau boleh datang kapanpun kau mau Ruth” kata Leyaah lagi.
Perlahan-lahan wajah hancur Ruth berubah menjadi normal seperti wajah Ruth yang biasa dilihat Leyaah.
“Aku memang merindukanmu, sahabatku.”
Ruth melangkah satu langkah maju.
“Tapi aku tidak datang untuk menemuimu, aku datang untuk menjemputmu!”.
Suara alat pendeteksi jantung berbunyi cepat menandakan bahwa pasien sedang gawat. Seorang wanita yang sedang tidur disamping anak gadisnya yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu langsung panik di ikuti dengan masuknya perawat serta dokter. Tapi tidak berapa lama, jantung anak gadis bernama Leyaah itu berhenti. Dia pergi dengan sahabatnya.

Komentar

Postingan Populer