Perjuangan Manusia dan Kekuatan Tuhan (23 Juni 2014)
Terkadang,
saya jadi manusia yang bodoh dan sombong karena berusaha untuk menyelesaikan
masalah yang ada pada saya dengan mengandalkan pikiran dan diri saya sendiri.
Kadang
saya pikir bahwa saya sudah cukup kuat untuk mengatasi semua masalah yang akan
saya hadapi.
Tapi,
saya salah, bahkan dengan semua pengalaman saya, saya masih belum mampu untuk
hidup sendiri. Saya terlalu bodoh karena tidak mengandalkan Tuhan dalam hidup
saya dan mungkin ini adalah hukuman bagi saya.
Hal
paling menyedihkan di dunia ini adalah saat kita di abaikan, saat tidak ada
satu orang pun yang peduli pada kita saat kita jatuh, saat kita sendirian, saat
kita ketakutan.
Hal
yang paling menyakitkan adalah saat kita disalahkan padahal kita tak berbuat
kesalahan. Keputusan terberat yang harus kita ambil dan ternyata itu adalah
keputusan yang salah dan kita disalahkan.
Saat
kita berusaha bangkit dan orang-orang akan terus menginjak kita. Orang-orang
yang akan selalu membicarakan kesalahan kita, dan menertawainya. Saat kita
harus menerima semuanya dengan hati yang lapang, berusaha agar tidak sakit tapi
ternyata itu dapat membunuh. Bersudah terlihat tidak apa-apa padahal kita
seakan mau mati karena itu.
Saat
kita ingin diperhatikan dan tak satupun melihat kita. Saat meereka terlalu sibuk
dengan urusan mereka dan kita hanya dapat berbicara dengan diri kita sendiri.
Saat
dimana angin akan jadi penghibur, dan hujan menjadi penenang. Saat dimana
mereka akan mulai mengatur segalanya dalam hidup kita dan mereka akan marah
kalau kita tak mengikuti apa mau mereka. Setelah itu mereka tidak akan peduli
dengan apa yang terjadi pada kita.
Saat
mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri dan tidak memikirkan kita, saat
mereka terrlihat senang saat melihat kita kecewa.
Saat
itulah hanya airmata yang akan mengallir dalam keheningan malam. Hanya akan ada
hati yang tersakiti yang berusaha mengobati dirinya sendiri. Hanya akan ada
sosok lemah yang berusaha untuk telihat kuat dan telihat tidak apa-apa walau
sebenarnya ia hancur.
Hanya
karena orang itu hanya bisa merepotkan tanpa dapat mendatangkan keuntungan bagi
mereka, mereka mengesampingkan dia. Saat mereka berubah hanya karna ada yang
lebih layak untuk diperhatikan, yang lebih menguntungkan mereka.
Saat
kita merasa asing di lingkungan kita, saat kita merasa seperti hilang di tempat
kita sendrir. Mereka yang hanya berpikir tentang keuntungan dan bersikap acuh
pada mereka yang mendatangkan kerugian untuk mereka.
But,
I’m still alive... walau sulit saya harus tetap hidup. Saya harus bisa
mewujudkan hidup seseorang yang pernah membuat saya berjanji. Saya bukan orang
yang tidak menepati janji. Walau sulit atau bahkan tidak mungkin setidaknya
saya sudah berusaha.

Komentar
Posting Komentar