Dampak buruk dari perkembangan teknologi











Saat ini kita hidup pada era dimana semua dapat di kerjakan hanya dengan sekali sentuh atau tekan. Tentu saja perkembangan teknologi sekarang membuat hidup manusia jadi semakin dan semakin mudah. Tapi dibalik semua kebaikan teknologi terhadap manusia tentu saja pasti ada sisi negatifnya. Sisi yang negatif bukan hanya untuk mengkritik tapi bagusnya jika dijadikan sebagai sebuah pembelajaran untuk kita semua.

1.      Teknologi vs relantionship
Saya pernah makan di sebuah restoran sama teman saya, sambil nunggu makanan saya memperhatikan keadaan di sekitar saya. Tepat di depan saya ada sepasang anak muda juga yang sepertinya pacaran. Tapi yang saya agak heran, mereka tidak banyak bicara, hanya diam dan menatap layar ponsel masing-masing.
Sebuah hubungan pastinya butuh yang namanya komunikasi, ngapain anda mention-mention-an padahal orang itu lagi bersama anda? Kalo di biarkan seperti ini terus yang ada hanya tinggal kebosanan dan kemudian, bubar!.
Bukan Cuma buat orang pacaran kadang untuk pertemanan pun seperti itu, bahkan untuk keluarga juga.
Kita boleh aja jadi orang yang selalu update tapi usahakan untuk teteap menjaga interaksi antar sesama manusia di kehidupan nyata.

2.      Teknologi vs Job
Pernah dengar ada yang ngomong gini, “ah itu masih lama, entar aja di kerjain, tinggal di edit doang kok!”. Saya yakin kita pernah dengar bahkan pernah mengatakannya. Teknologi memudahkan semua pekerjaan manusia, mulai dari pekerjaan rumah tangga sampai pekerjaan kantoran.
Tapi, karena teknologi juga, kadang kita tidak menghargai waktu. Misalnya kita harus segera mengetik laporan atau tugas kampus tapi karena kita sudah berpikir bahwa itu mudah makanya kita menganggap remeh pekerjaan itu. misalnya juga kita harus menanak nasi, tapi karena berpikir itu hal yang mudah dilakukan dengan teknologi maka kita pun menundanya.
Tapi, kadang prediksi kita juga salah. Saat kita udah mau ngetik tugas atau laporan ekh nggak tahunya mati lampu, laptop lowbat mau minjem laptop orang tapi udah malam. Atau mau masak nasi tapi mati lampu trus mau masak di kompor malah abis gasnya?. Itu akan membuat frustasi yang sangat pada seseorang. Makanya saat mati lampu paling banyak tweet adalah tweet keluhan. Padahal harusnya kita harus dapat berkaca pada diri sendiri, ingat! Tukang yang bodoh adalah tukang yang menyalahkan alatnya.

3.      Teknologi vs Time
Harusnya kita sadar bahwa berkembangnya teknologi membuat apa-apa jadi serba cepat, jadi kita pun di tuntut jadi serba cepat. Namun, kadang gara-gara teknologi kita jadi lupa segala hal termasuk waktu. Seharusnya kita ingat pepatah terkenal, Time Is Money. Waktu adalah hal berharga bagi manusia tapi kadang manusia terlalu meremehkannya.
Gara-gara keasikkan main game kita jadi lupa waktu tidur, atau gara-gara asik surfing di internet kita jadi lupa waktu makan bahkan waktu olahraga, padahal itu semua dibutuhkan oleh tubuh kita.
Jadi banyak yang telat ke sekolah, kampus atau kantor karena biasanya pagi udah bangun tapi masih asik di kasur sama gadget dan pas sadar ternyata udah telat. Dan kalau telat pasti alasannya karena macet.
Pakai waktu sebaik mungkin, kalaupun anda ingin main games atau surfing internet seharian penuh carilah waktu pas weekend agar semuanya tidak terganggu.

4.      Teknologi vs Food
Siapa yang belum pernah makan ayam kfc atau burger di mcD? Saya yakin pasti hampir semua sudah pernah memakannya. Enaknya makan di kfc atau di mcd itu salah satunya karena cepat.
Kita hanya perlu mengantri dan kita pun mendapatkan makanan. Daripada harus masak sendiri atau ke restoran yang butuh waktu 30 menit? Mendingan di restoran cepat saji aja.
Karena teknologi yang berkembang ini kadang kita bahkan sudah tak peduli lagi pada kadar gizi pada makanan kita, yang penting cepat dan kenyang. Hal inilah yang berakibat pada obesitas dan juga kolestrol yang jumlah penderitanya semakin meningkat.
Boleh aja kita makan di restoran fast food namun kita juga perlu membatasinya. Kalau perlu bawa buah sebagai penambah serat dan juga banyak minum air putih dan bukan soda yang banyak mengandung gula.

5.      Teknologi vs Caring
Masyarakat kita sekarang hidup di era dimana “kalo loe ga update loe ga diterima”. Seakan-akan kita harus jadi tahu apapun dan mengabarkannya lewat socmed.
Pernah lihat orang kecelakaan? Masyarakat dulu waktu saya kecil pasti akan berbondong-bondong buat nolong tapi sekarang yang saya perhatikan adalah ketika ada yang kecelakaan, mereka hanya datang mendekat mengambil gadget dan mem-foto kemudian nanya-nanya (baca: kepo) trus kemudian pergi gitu aja sambil ninggalin jejak di socmed.
Bahkan ada yang hanya mengabaikan orang dengan pura-pura lagi denger musik lewat earphone ataupun utak-atik ponsel biar di kira sibuk. Mungkin benar kata orang, “Budi udah pergi karena Pekertinya udah hilang”.


Jadilah manusia yang bijak dalam melakukan tindakan dan memanfaatkan kemudahan yang ada. Akan lebih baik jika teknologi itu dapat kita manfaatkan maksimal tapi tidak meninggalkan sopan santun dalam memakainya. Jangan buat teknologi sebagai pembatas gaya hidup anda, manfaatkan juga ia untuk nambah pahala kita.

Komentar