The Dream Wisher
Kadang rasanya aneh dan bodoh saat jauh dibawah hati kita, kita sadar bahwa kita menyukai dia!. Entah kenapa, sudah lama aku mengenalnya, mungkin sekitar 5 atau 6 tahun yg lalu. Tapi, saat itu aku terlalu takut untuk mengakui bahwa aku jatuh cinta.
Entah kenapa, rasa itu muncul lagi akhir-akhir ini. Aku merasakan perasaan yang sama seperti waktu dulu. Aku sudah berusaha untuk tak menanggapi kata hati, tapi percuma, hatiku mengendalikan semua pikiran.
Aku berdiri didepannya kini, kami sama-sama memasang senyum kikuk. Setelah sekian lama, aku kembali bertemu dengannya, tapi pertemuan ini tak seperti dulu. Kami yang sering tertawa lepas bersama, kini hanya bisa tersenyum kikuk.
Dia meraba bagian tengkuknya sambil tetap tersenyum, sementara aku hanya bisa tersenyum menunduk. Ini terasa aneh, ya sangat aneh!. "hay.." dia menyapaku, aku mengangkat wajahku melihat ke wajahnya, akh... Wajah itu dulu, membuatku tak bisa tidur. "hay" aku membalas sapaannya, sedetik kemudian semuanya kembali sepi. Badanku terasa sangat kaku, sial! Kenapa seperti ini. Mungkinkah rasa itu masih ada? Oh tidak!. "kamu sibuk banget ya?" aku mencoba untuk meruntuhkan "es" diantara kami. "ekh, kenapa?" dia bertanya kembali.
"ya, nggak pa-pa, cuma udah lama banget nggak liat kamu, hehe"
"oh itu, ya gitu deh. Emang lagi sibuk hehe"
dan mulai dari percakapan itu, kami mulai nyambung lagi, dia masih sama seperti dulu, selalu menyenangkan! 'ekh, sama seperti dulu?' batinku berbisik perlahan.
Kami bertukar no telepon sebentar dan kemudian berpisah.
Besok siangnya, aku dapat sms dari dia, mulai dari tanya kabar sampai obrolan aneh, kami bicara
-nyambung lagi-
Entah kenapa, rasa itu muncul lagi akhir-akhir ini. Aku merasakan perasaan yang sama seperti waktu dulu. Aku sudah berusaha untuk tak menanggapi kata hati, tapi percuma, hatiku mengendalikan semua pikiran.
Aku berdiri didepannya kini, kami sama-sama memasang senyum kikuk. Setelah sekian lama, aku kembali bertemu dengannya, tapi pertemuan ini tak seperti dulu. Kami yang sering tertawa lepas bersama, kini hanya bisa tersenyum kikuk.
Dia meraba bagian tengkuknya sambil tetap tersenyum, sementara aku hanya bisa tersenyum menunduk. Ini terasa aneh, ya sangat aneh!. "hay.." dia menyapaku, aku mengangkat wajahku melihat ke wajahnya, akh... Wajah itu dulu, membuatku tak bisa tidur. "hay" aku membalas sapaannya, sedetik kemudian semuanya kembali sepi. Badanku terasa sangat kaku, sial! Kenapa seperti ini. Mungkinkah rasa itu masih ada? Oh tidak!. "kamu sibuk banget ya?" aku mencoba untuk meruntuhkan "es" diantara kami. "ekh, kenapa?" dia bertanya kembali.
"ya, nggak pa-pa, cuma udah lama banget nggak liat kamu, hehe"
"oh itu, ya gitu deh. Emang lagi sibuk hehe"
dan mulai dari percakapan itu, kami mulai nyambung lagi, dia masih sama seperti dulu, selalu menyenangkan! 'ekh, sama seperti dulu?' batinku berbisik perlahan.
Kami bertukar no telepon sebentar dan kemudian berpisah.
Besok siangnya, aku dapat sms dari dia, mulai dari tanya kabar sampai obrolan aneh, kami bicara
-nyambung lagi-

Komentar
Posting Komentar